Liburan lagi... hehehehe.. sebenarnya bukan liburan si cuman ijin dari kantor untuk melaksanakan persayaratan nikah kantor di temapt asalku di kota Nganjuk.
sebenarnya ada alasan juga untuk melaksanakan syarat pernikahan kantor di kampung halaman sendiri, tapi alasan yang pertama adalah bisa kembali pulang lagi ke kota tercinta dan yang kedua adalah untuk tidak merepotkan dari kedua orang tua baik dari orang tuaku sndiri maupun dari orang tua dari sang calon ibunya anak anak... hahahahahahaha...
liburan ini sebenarnya masih ditempat yang tetap aku kunjungi setiap aku pulang dikota nganjuk yaitu Roro Kuning, tapi ini kisahnya lain lagi... karena ada kisah unik dibalik kepergianku di roro kuning tersebut. Penasaran khan ?... hehehe sabar bos..
Begini ceritanya, kami berdua sebenarnya gak ada rencana untuk pergi ke roro kuning karena kesibukan kami berdua ( chiieee kayak orang penting aja ) ya harap maklum ya para pembaca selain mengajar di sekolah calon ibunya anak anak ini juga mengajar di Primagama dan les Privat di rumah sendiri jadi ya cari cari waktu untuk melaksanakan kegiatan pencerahan hati dan pikiran kami berdua.
Hari itu kalo gak salah adalah hari jum'at, suasana kota nganjuk sedang panas panasnya jadi kami sepakat untuk pergi ke roro kuning untuk menyegarkan pikiran, hati dan jiwa... ehem... ternyata suasana dikota nganjuk dengan suasana di daerah bajulan ( tempat si roro kuning tinggal ) cepat sekali berubah dari yang panas banget menjadi mendung banget, dalam hati si nanggung untuk kemali kerumah, selain udah dekat dengan target operasi juga kesempatan ini langka banget ( karena jarang sekali bisa pulang ke kota kelahiran tercinta ) jadi pas udah mulai turun hujan maka kami berdua pun mengambil inisiatif untuk berteduh dirumah penduduk.
sebenarnya banyak sekali tempat berteduh yang berteberan dipinggir jalan tapi kelihatan sudah penuh semua dengan orang yang mulai kebasahan dengan turunya air hujan. akhirnya akupun membelokkan kendaraanku ke rumah agak tua atau rumah joglo yang kuno buanget yang kebetulan gak ada orang yang sedang berteduh disitu. akhirnya kami berduapun berteduh dihalaman rumah tersebut. sebenarnya aku seneng banget dengan suasana rumah itu, selain kuno rumah tersebut sangat sederhana atau jarang ditemukan sekarang didaerah perkotaan yang sekarang banyak sekali menggunakan model rumah rumah modern atau orang bilang si ada yang bilang gaya spayol ada juga yang bilang minimalis ada juga yang bilang.... apa lagi ya.... sori bingung coz lain arsistek si.. heheheh... ketika kami dihalaman rumah tersebut kamipun bercanda ( harap maklum karena kami jarang bercanda secara terbuka ) dengan biasa saja, mungkin karena mendengar bahwa ada orang yang sedang berteduh dirumahnya, maka siempu rumahpun keluar untuk menemui tamu yang sedang membutuhkan tempat berteduh tersebut. sapaan hangat dari yang tuan rumah membuat kami menjadi lega dan senang karena diperbolehkan untuk sekedar berteduh. kami pun ngobrol sekenanya untuk mengusir rasa dingin dan menunggu hujan yang belum reda reda juga. Sebenarnya obrolan kami pu sebenarnya enak enak saja tapi lama kelamaan orang yang punya rumah ini kok ngobrolnya udah nyangkut masalah politik, kalo politik aja si mungkin bisa mengimbangi ( walaupun dengan sedikit sedikit ) tapi ini lama lama kok menyangkut masalah G/30SPKI, trus ngobrolnya menyangkut pembantaian yang dilakukan disekitar daerah bajulan dan disekitar rumah beliau.. sebenarnya kalo sendiri si mungkin enjoy aja ya diajak ngobrol yang sadis sadis gitu ( bukannya sombong ya om karena.... menutupi ketakutan juga se sebenarnya... hehehehe ) tapi berhubung bersama seorang wanita jadi ngobrol yang begituan mungkin akan membuat merinding. melihat kekasihku yang sudah mulai gelisah dengan cerita yang punya rumah maka akupun berinisiatif untuk segera hengkang dari rumah yang telah meneduhkan aku dan kekasihku. dengan kata kata halus dan berbagai alasaan maka kami berduapun segera meluncur ke arah roro kuning lagi... eh iya... Matur Suwun geh Pak..
|